PETUNJUK:
1. Bacalah dan pahami terlebih dahulu materi berikut2. Setelah membaca dan memahami materi, kerjakan soal pada link berikut:
SOAL MODUL-2-1
SOAL MODUL-2-2
SOAL MODUL-2-1
SOAL MODUL-2-2
A. ISP (Internet Service Provider)
1. Pengenalan ISP
ISP merupakan perusahaan yang memberikan jasa layanan kepada masyarakat untuk bisa meiakukan akses internet. Untuk mengakses internet, kita cukup menghubungi ISP meialui modem dan komputer.
Ber-dasarkan sifatnya, ISP dibagi menjadi dua yaitu sebagai berikut.
a. ISP tertutup, merupakan ISP yang memberikan layanan akses internet hanya untuk jaringan lokal dalam suatu lembaga. Sebagai contoh, ISP yang ada pada beberapa departemen milik pemerintah, perusahaan-perusahaan besar, lembaga riset, lembaga pendidikan, dan lain-lain.
b. ISP terbuka, merupakan ISP yang memberikan layanan akses internet untuk masyarakat luas: baik untuk pribadi maupun kelompok. Umumnya ISP jenis ini bersifat komersial artinya ISP ini menjual jasa layanan koneksi dengan jaringan internet. Contoh ISP jenis ini antara lain WasantaraNet, LinkNet, D-Net, Telkomnet, RadNet, IndosatNet, dan lain-lain.
Peran ISP dalam pengaksesan internet antara lain sebagai berikut:
a. Media yang memberikan jasa untuk berhubungan dengan internet.
b. Menyodiakan modem untuk dial up
c. Menghubungkan pelanggan ke gateway/jaringan internet terdekat.
d. Memberi tempat untuk homepage.
e. Melakukan proteksi dari penyebaran virus dengan menerapkan sistem antivirus untuk pelanggannya, dan lain-lain.
Pengguna yang menginginkan akses internet langsung tanpa harus mendaftarkan terlebih dahulu (instan), maka bisa menggunakan akses internet dari Teikomnet. Biaya ISP pada Telkomnet akan dipadukan langsung lewat biaya telepon setiap bulannya. Adapun untuk perusahaan ISP lainnya selain Telkomnet mengharuskan pelanggan untuk meiakukan registrasi (pendaftaran) terlebih dahulu, kemudian ISP akan memberikan user ID dan password kepada pengguna yang bisa digunakan untuk mengakses internet.
User ID merupakan serangkaian huruf yang merupakan tanda pengenal untuk masuk dan mengakses internet. Password adalah serangkaian huruf atau angka yang merupakan sandi untuk dapat mengakses internet. Password ini bersifat rahasia. Jika pengguna memasukkan password yang terlihat pada tampilan komputer hanya berupa karakter bintang (*) sehingga tidak akan terbaca dalam bentuk angka ataupun huruf.
2. Kriteria Memilih ISP
Ada beberapa kriteria untuk memilih ISP yailu sebagai berikut:
a. Kecepatan Transfer Data
a. Kecepatan Transfer Data
Kecepatan transfer data dari sebuah komputer server di internet ke komputer kita sangat bergantung pada kecepatan transfer data dari provider yang digunakan. Umumnya ISP menggunakan modem 28,8 kbps; 33,6 kbps; atau 56 kbps
b. Bandwidth
b. Bandwidth
Bandwidth adalah lebar saluran data yang dilewati secara bersama-sama oleh data-data yang ditransfer. Semakin besar bandwidth, maka kecepatannya juga semakin besar.
c. Server Proxy
c. Server Proxy
Server proxy adalah sebuah indeks yang menyimpan alamat-alamat favorit pelanggan. Dengan adanya server proxy, peianggan dapat mengakses web favoritnya dengan lebih cepat dan tak perlu lagi terhubung langsung dengan server web tersebut. Server proxy akan menghemat penggunaan bandwidth, meningkatkan keamanan, dan menambah kecepatan web surfing.
d. Mempunyai Backbone
d. Mempunyai Backbone
Backbone adalah saluran koneksi utama jaringan ISP dengan internet. Pembuatan sebuah backbone membutuhkan teknologi yang tinggi dan dana yang besar. Maka dari itu, kebanyakan ISP menyewa backbone dari perusahaan lain atau menggunakannya bersama-sama dengan ISP yang lain.
e. Keamanan Data
e. Keamanan Data
Transaksi di internet rawan dengan perusakan, pembajakan, penyadapan, penyusupan ilegal, dan cenderung negatif. Maka dari itu, kita perlu tahu apakah ISP menggunakan firewall untuk menjamin keamanan transaksi online yang kita lakukan.
f. Teknologi yang Digunakan
f. Teknologi yang Digunakan
Teknologi yang digunakan oleh ISP ada bermacam-macam bergantung dari jenis koneksinya. Beberapa jenis koneksi internet yang ada saat ini antara lain sebagai berikut.
1) Koneksi Dial Up
Koneksi dial up merupakan tipe koneksi yang menggunakan jaringan kabel telepon rumah untuk akses internet. Koneksi ini membutuhkan modem dial up untuk mengubah sinyal digital komputer menjadi sinyal analog yang ditransmisikan melalui kabel telepon atau sebaliknya.
Jenis koneksi dial up terbagi menjadi empat macam yaitu sebagai berikut.
a) Personaldialup, merupakan jenis koneksi internet untuk kepentingan perorangan.
b) Corporate dial up, merupakan jenis koneksi internet untuk kepentingan perkantoran yang pemakaian internetnya cukup tinggi.
c) Night saver access, merupakan jenis koneksi internet untuk pengguna yang menginginkan akses internet dengan biaya murah dengan pemakaian waktu tengah malam hingga menjelang pagi.
d) LAN dial up ISDN, merupakan jenis koneksi internet berkecepatan tinggi melalui jaringan telepon digital.
2) Koneksi Leased Line
Koneksi leased line merupakan koneksi jaringan yang disediakan untuk mengakses internet selama 24 jam sehari. Berbeda dengan koneksi dial up di mana akses internet hanya tersedia apabila kita melakukan hubungan ke ISP, koneksi leased line akan terhubung ke internet secara terus-menerus selama 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu sehingga sering disebut juga dedicated line connection. Media transmisi yang dipakai bisa menggunakan kabel, jaringan TV, satelit, maupun telepon rumah.
3) Koneksi Wireless
Koneksi wireless merupakan koneksi yang menggunakan teknologi wireless di mana pengiriman data dilakukan dengan menggunakan gelombang radio dalam spektrum gelombang elektromagnetik. Kita bisa menggunakan koneksi wireless apabila meng-alami kesulitan mengakses internet menggunakan kabel. Salah satu layanan internet fixed wireless adalah WiFi (Wireless Fidelity). WiFi awalnya hanya dipakai untuk penggunaan perangkat nirkabel, namun saat ini penggunaannya lebih banyak dipakai untuk akses internet. Kelebihan menggunakan WiFi adalah kita tidak perlu repot me-masang kabel jaringan ketika akan melakukan koneksi internet. Komputer atau laptop yang memiliki wireless card bisa terhubung ke internet melalui titik akses yang disebut hotspot.
4) Mobile Access
Mobile access merupakan jenis koneksi internet yang bisa didapatkan oleh pengguna secara mudah dan praktis melalui telepon seluler, baik itu menggunakan telepon berbasis GSM maupun CDMA. Koneksi internet dengan mobile access harus didukung dengan teknologi GPRS, EDGE, 3G, atau HSDPA.
g. Biaya
Biaya merupakan faktor utama dalam memilih ISP. Biaya pemakaian akses internet yang ditawarkan ISP dibagi menjadi tiga kategori yaitu sebagai berikut.
1) Volume based, merupakan penghitungan biaya akses internet yang bergantung pada jumlah data yang diambil dari internet. ISP akan menghitung berdasarkan jumlah data yang dikirim ke komputer kita. Volume based biasanya digunakan pada akses internet melalui telepon seluler.
2) Time based, merupakan penghitungan biaya akses internet yang bergantung pada waktu yang digunakan dalam mengakses internet. Time basedbiasanya dipakai pada akses internet melalui line telephone rumah_atau perkantoran.
3) Flat rate atau unlimited, merupakan penghitungan biaya akses internet yang tidak bergantung pada jumlah data yang diambil ataupun waktu akses internet. Flat rate mengenakan biaya yang tetap setiap bulannya tanpa dibatasi oleh jumlah data yang diambil, dikirim, atau waktu yang digunakan.
B. SETTING KONEKSI INTERNET PADA LAN
1. IP Address
IP Address merupakan alamat identifikasi unik yang dimiliki oleh setiap komputer dan perangkat lainnya yang terhubung di dalam jaringan komputer dan memiliki 2 bagian utama yaitu Net Id dan Host Id. Kata unik yang berarti disini adalah bahwa setiap komputer atau perangkat yang terhubung lainnya tersebut memiliki alamat yang tidak boleh sama di dalam satu jaringan komputer.
NETWORK-ID digunakan untuk identifikasi alamat jaringan sehingga apabila ‘Jaringan lain’ ingin berkomunikasi dengan jaringan kita tinggal menuju ke Network ID tersebut.
HOST-ID adalah Identifikasi Host atau Komputer yang ada di dalam jaringan.
Alamat atau Identitas tersebut berupa nomer yang terdiri dari 4 blok bilangan desimal yang nilainya terbatas dari angka 0 sampai 255. Contohnya seperti gambar yang tampil dibawah ini.
Sebuah IP address sebenarnya tidak diberikan pada unit komputernya, melainkan kepada sebuah Interface Jaringan di dalam komputer itu.
Misalnya, sebuah komputer / PC bisa saja memiliki dua buah interface jaringan sehingga memiliki dua buah IP Address. Pada PC Interface jaringan tambahan yang dimaksud biasanya berupa Lan Card.
Dalam suatu Jaringan Komputer, IP Address harus unik alias tidak boleh sama persis dengan IP pada interface yang lain. Hal itu dimaksudkan untuk menghindari adanya kesalahan pengiriman data.
Komputer sebenarnya hanya mengenal pengkodean on dan off (digital), oleh karenanya semua data yang dikirim dan terima adalah bilangan biner (hanya nol dan satu).
Misalnya ketika mengirim huruf Z maka melalui media kabel utp diciptakan kondisi on dan off yang sangat cepat (ketika kabelnya dialiri listrik dianggap 1 dan ketika tidak dialiri listrik dianggap 0) sehingga membentuk angka angka biner 10100100. Setelah data biner sampai ke komputer tujuan barulah diterjemahkan kembali kedalam bentuk huruf.
Sama seperti hal diatas, bentuk IP Address yang berupa bilangan desimal sebenarnya adalah bilangan biner yang diterjemahkan agar mudah di ingat manusia. pada setiap titik pemisah ip address adalah terdiri dari 8 bilangan biner sehingga totalnya menjadi 32 bit biner.
contoh penulisan ip address = 192.168.1.1
sebenarnya adalah = 11000000.10101000.00000001.00000001
Versi IP Address
Versi IP Address yang sedang kita bahas adalah IP Address versi 4. Faktanya versi itulah yang paling banyak digunakan pada saat ini meskipun sebenarnya sudah ada yang lebih baru yaitu IPv6. Perbedaannya keduanya adalah pada jumlah bit yang digunakan masing masing versi. Pada IPv4 terdapat 32 bit biner sedangkan IPv6 128 bit. Artinya IPv6 memungkinkan IP Address unik untuk jumlah yang sangat besar. Namun kelemahannya akan sangat sulit untuk di hafal manusia.
2. Pengertian Network dan Host
Sebuah IP address sebenarnya terbagi menjadi dua porsi yaitu porsi Network dan porsi Host. Network merupakan bagian IP address yang menunjukan alamat atau id sebuah jaringan. Sedangkan bagian Host adalah bagian yang menunjukkan alamat komputer didalam jaringan tadi.
Berkaitan dengan itu, ada beberapa aturan, antara lain :
a. Semua alamat network tersebut harus sama jika kita ingin komputer-komputer itu bisa saling terkoneksi tanpa bantuan router.
b. Dalam sebuah network tidak boleh ada host yang sama nilainya.
Bagaimana caranya agar kita bisa mengetahui porsi Network dan host pada IP Address ? jawabannya adalah tergantung nilai subnetmask nya. Dengan membaca artikel itu anda akan mengerti bahwa porsi network ditandai dengan bilangan biner 1 dan porsi host bilangan 0.
Pada IP address kelas C biasanya memakai subnet mask 255.255.255.0 (kalau bentuk binernya adalah 1111111.1111111.111111.0000000) dengan kata lain, jika ip yang kita gunakan adalah 192.168.1.1 maka 192.168.1 nya adalah network dan 1 adalah host.
Dalam penerapan ip address terdapat dua buah ip yang tidak boleh digunakan pada Host yaitu semua 0 dan semua 1 dalam bilangan biner. jadi setiap Host tidak boleh 00000000 = 0 atau 11111111 = 255
karena alamat semua 0 pada Host merupakan IP NETWORK dan semua 1 pada Host adalah IP BROADCAST. Sehingga bisa dikatakan ip yang bisa dipakai pada Host adalah 1 sampai 254 saja.
contoh ip yang tidak diperbolehkan :
00001010.00001010.00000011.00000000 = 10.10.3.0
00001010.00001010.00000011.11111111 = 10.10.3.255
00001010.00001010.00000011.11111111 = 10.10.3.255
Fungsi IP yang berakhiran 0 (host 0) adalah sebagai network, IP ini akan dipakai ketika kita melakukan setting pada router. sehingga ketika routing (menjalurkan) dengan tujuan suatu range IP (misal 192.168.1.1 sampai 192.168.1.254) kita tinggal menyebut IP Networknya saja (192.168.1.0).
Fungsi IP berakhiran 255 (host 255) adalah sebagai broadcast. secara otomatis fungsinya adalah berteriak teriak kepada jaringan yang lain “mau nyari ip ini, dia ada di jaringanku !”
3. Kelas IP Address
Karena banyaknya kemungkinan angka IP Address yang bisa digunakan maka diperlukan aturan dalam pendistribusi-annya. Oleh karena itu IP Address di bagi ke dalam kelas kelas tertentu berdasarkan jumlah Network dan Host nya.
Secara garis besar terdapat tiga kelas yang sering digunakan yaitu kelas A, B dan C. Perbedaan diantara ketiganya adalah jumlah Host dan Network.
Kelas IP Address yang paling banyak digunakan pada jaringan lokal adalah kelas C. Alasannya, karena jumlah host yang bisa dipakai tidak terlalu sedikit dan tidak terlalu banyak, yaitu 254 host IP Address. IP tersebut bisa bernilai 192.0.0.0 sampai dengan 223.255.255.255
Pada jaringan lokal anda akan banyak menjumpai IP 192.168.0.0 sampai dengan 192.168.255.255 IP Address itu termasuk kedalam kelas C.
4. Cara Setting IP Address
Sampai disini anda sudah mengetahui bentuk IP yang sebenarnya dan apa itu Subnet mask. Sedangkan untuk menyeting IP anda membutuhkan beberapa kolom isian lagi yang harus dipahami, yaitu defaulit gateway dan dns.
Kolom Gateway bisa diisikan dengan alamat router. Router itu sendiri berfungsi untuk menjebatani antara jaringan anda dengan jaringan yang lain seperti jaringan lokal anda dan jaringan internet. Maka agar komputer yang anda setting bisa terhubung ke internet harus di setting alamat IP Router pada default gateway.
Modem yang diberikan oleh isp juga dianggap sebagai router, sehingga untuk terhubung ke internet kita tinggal mengisikan alamat modem pada gateway. Biasanya 192.168.1.1
Sedangkan DNS adalah sebuah server yang berfungsi untuk menerjemahkan domain ke alamat IP. Misalnya ketika anda mengunjungi meretas.com sebenarnya anda mengakses ke alamat IP tertentu di internet. Untuk menyeting IP di sistem operasi windows anda bisa menuju ke Control Panel > Network and Internet > Network Connection > Local Area Connection lalu pilih IPv4 dan isikan apa yang sudah anda pelajari pada artikel ini.
Sedangkan untuk setting IP pada sistem operasi linux, karena sedikit panjang sepertinya membutuhkan artikel khusus yang akan saya publish dilain kesempatan.
IP address yang biasa digunakan umumnya terbagi menjadi tiga kelas, yaitu:
Kelas A: 1.0.0.0 – 126.255.255.255
Kelas B: 128.0.0.0 – 191.255.255.255
Kelas C: 192.0.0.0 – 223.255.255.255
(yang bercetak tebal adalah Network, dan yang tidak adalah bagian Host.)
Pemilihan kelas IP Address untuk jaringan lokal biasanya didasari oleh jumlah network dan hostnya. (silahkan baca artikel pengertian IP Address untuk memahami apa itu network dan host). Misalnya perusahaan MDC hanya memiliki 2 cabang dan untuk setiap cabangnya dibutuhkan banyak sekali IP Address maka yang dipilih adalah kelas A karena jumlah hostnya yang sangat besar .
Misalnya lagi perusahaan MRTS memiliki cabang yang banyak sekali namun tiap cabangnya hanya memerlukan sedikit sekali ip maka kelas C bisa jadi pilihan karena jumlah networknya yang besar dan hostnya yang sedikit.
IP address yang banyak dipakai saat ini adalah versi 4 , penulisannya seperti yang kita bisa liat di atas. meskipun bisa menghasilkan milyaran angka ternyata jumlah IP Address tersebut terbatas dan dianggap kurang jika dibandingkan dengan jumlah manusia saat ini.
Oleh karenanya sistem membuat agar ada IP Address yang bisa diulang dan diulang lagi pada jaringan lokal masing-masing tempat.
IP Address tersebut disebut IP lokal. tentu saja IP Address tersebut tidak dapat di gunakan sebagai identitas di Internet. tujuan pembuatan ip lokal adalah agar kebutuhan ip address disemua perangkat terpenuhi.
ini contoh dari ip address yang biasanya di pakai di jaringan lokal :
10.0.0.0 – 10.255.255.255
172.16.0.0 – 172.31.255.255
192.168.0.0 – 192.168.255.255
Lalu bagaimana caranya agar jaringan lokal tadi bisa terhubung ke internet ?
Untuk dapat berkomunikasi ke Internet ip lokal tadi harus dirubah kedalam bentuk IP Public menggunakan bantuan perangkat NAT .
Sampai disini setidaknya kita bisa membedakan yang mana IP LOKAL dan yang mana IP PUBLIC.
5. DHCP
Dynamic Host Configuration Protocol adalah protokol yang berfungsi untuk membagikan atau meminjamkan alamat IP Address secara otomatis kepada client komputer yang terhubung.
Jika jaringan kita tidak memiliki DHCP Server maka dibutuhkan settingan manual pada tiap-tiap komputer yang ada di jaringan tersebut.
Dengan menggunakan server dhcp maka alamat ip yang akan di bagikan akan dinamis atau berubah-ubah sesuai range yang di atur sang administrator, mekanisme inilah yang diterapkan pada pembagian IP Jaringan Seluler atau ISP (Internet Service Provider) yang tidak memberikan fitur ip public statis seperti speedy, indihome dsb.



No comments:
Post a Comment